melakukan hubungan seks dengan pasangan

4 Ciri wanita dengan nafsu yang tinggi

Pada umumnya jika berbicara mengenai seks, setiap orang memiliki ketertarikan tersendiri karena seks merupakan kegiatan yang berkaitan dengan manipulasi organ kelamin khususnya hubungan seksual. Hubungan seksual sendiri termasuk ke dalam kebutuhan manusia yang juga harus dipenuhi oleh setiap manusia. Ada yang membicarakannya dan juga sesuai pengalamannya secara terbuka atau terang-terangan dan ada juga yang membicarakannya dan juga sesuai pengalamannya secara tertutup atau menyimpannya untuk diri sendiri saja. Dan bagi siapa saja yang ingin mengetahuinya melalui berita wanita kali ini akan menguraikan satu persatu dari 16 ciri-ciri wanita nafsu seks tinggi yang sangat lengkap penyajiannya di bawah ini.

Memiliki bulu bulu halus – Pada wanita tersebut memiliki bulu bulu halus yang tumbuh Terlebih jika dilihat pada tangan maka bisa dipastikan wanita tersebut memiliki ciri-ciri wanita nafsu seks tinggi dan Terlebih jika melakukan hubungan seks atau bercinta dengan pria maka wanita tersebut sangat menggairahkan

Tangan wanita yang memiliki tangan dingin – Wanita yang memiliki tangan dingin bisa dikategorikan bahwa wanita tersebut memiliki ciri-ciri wanita nafsu seks tinggi. Itu karena tubuh wanita lebih dingin 3 derajat dibanding pria dan akan lebih dingin jika Dia stres atau Lagi nafsunya naik. Sesuai dengan penelitian bahwa tubuh wanita diprogram untuk menjaga kehangatan yang melalui kakinya, jadi untuk menghangatkan tangannya jangan memijatnya selimuti tangan anda di sekitar pinggangnya. Ini akan menghangatkan wanita dan memungkinkan darah mengalir ke tangannya sehingga menjadikan obat kelegaan bagi nafsu birahinya yang tinggi.

Memiliki kumis tipis – Setiap wanita yang memiliki kumis tipis memiliki nafsu seks tinggi. Ini merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri bagi si wanita yang memiliki kumis tipis. Wanita tersebut sangat tinggi nafsunya Terlebih jika bercinta. Dia sangat agresif pada saat nafsunya memuncak wanita tersebut tidak akan malu-malu lagi untuk segera meminta atau melakukan hubungan badan lebih dahulu. Bahkan Terkadang wanita agresif seperti ini akan selalu berusaha untuk menguasai permainan dan sangat ahli dalam melakukan seks.Ciri wanita dengan nafsu yang tinggi

Wanita pendiam – Pada umumnya wanita yang memiliki sifat pendiam merupakan salah satu ciri-ciri wanita yang memiliki nafsu seks tinggi. Biasanya wanita tersebut diam-diam menghanyutkan karena wanita yang memiliki sifat pendiam pada umumnya menyimpan nafsu seks yang sangat tinggi.

Yang perlu diingat adalah, melakukan hubungan seks dengan pasangan sah anda. Ini sebuah syarat yang mutlak untuk semua orang. Lantas bagaimana dengan kalian yang masih muda? caranya praktis. Jangan melakukan hubungan seksual sebelum nikah namun jika sudah kepepet, kalian bisa membantu diri kalian sendiri dengan melakukan onani sambil menonton Bokep atau video panas untuk membantu anda cepat klimaks.

Kecanduan Berbohong !!

Kecanduan Berbohong !!

Semua orang rasanya pernah berbohong. Tapi apa jadinya kalau kamu kecanduan berbohong? Bingung sama istilah ini? Kalau bohong soal jam pulang sekolah sama orang tua, sepertinya sudah biasa. Tapi kecanduan berbohong ini adalah saat di mana kamu tidak bisa berhenti berbohong, bahkan di saat kamu tidak memerlukannya.

Menurut, psychologytoday.com, orang yang suka berbohong berbeda dengan orang yang berbohong demi menutup sesuatu. Orang yang suka berbohong biasanya memiliki masalah kejiwaan, masalah kontrol, masalah hidup. Dengan mengenyampingkan khayalan, orang yang suka berbohong biasanya ingin memiliki dunianya sendiri yang bisa dia kontrol dengan adanya kebohongannya. Menyenangkan menurut mereka.

Sekarang, tukarposisi.com akan mengajak kamu mengikuti wawancara kami dengan seorang narasumber yang telah mengaku memiliki kecenderungan berbohong bahkan saat kebohongan tidak diperlukan sama sekali. Nama narasumber kali ini adalah Rosa (nama asli disamarkan), 23 tahun, pegawai swasta.

TP: Jadi, Rosa, apakah menurut kamu, pernyataan di psyhologytoday.com cukup tepat menggambarkan situasi kamu?

Rosa: Kurang tepat sih. Soal mengontrol itu, aku kayaknya gak gitu deh.

TP: Okay, jadi menurut Rosa sendiri, kenapa sih kamu bisa kecanduan bohong? Gimana ceritanya?

Rosa: Secara personal, aku sendiri kurang ngerti kenapa aku bisa bohong terus. Tapi kalau mau berspekulasi, kayaknya karena dulu aku dipingit. Karena kekakuan orang tua, aku jadi gak bisa jalan dengan teman-teman. Diawali dengan satu kebohongan, aku menyadari aku bisa dengan mudah bohong sama orang tua untuk bisa main sama teman-teman. Sampai sekarang deh, keterusan. Padahal sekarang sudah tidak perlu bohong lagi, karena sudah masuk di umur boleh bergaul sama papa mama. Kalau pagi ditelpon aku tetap bilang, aku gak ke mana-mana, gak jalan-jalan. Padahal subuh pulang dari club sama temen-temen. Untung sekarang ngekost.

TP: Emangnya Rosa gak deg-degan ya ketika berbohong? Kok bisa berbohong segitu banyak santai aja?

Rosa: Yah, seperti kata pepatah, “Allah bisa karena biasa”. Aku awalnya juga deg-degan. Tapi makin sering bohong aku belajar banyak karakteristik jawaban papa mamaku. Seiring dengan itu juga, aku makin cepet ngangkat telepon dari mereka untuk kembali berbohong. Dulu kalau telpon bunyi pas lagi di bioskop atau makan sama temen-temen, aku langsung gugup gak karuan. Diangkat salah, gak diangkat juga bakal dimarahin.

Tapi sekarang, wow, begitu telepon mereka masuk, gak lama aku bakal selesai bohongin mereka kemudian lanjut ngerumpi atau nonton lagi sama temen-temen.  Sekarang aku bohong karena aku sudah terbiasa aja. Dan, kalau mau jujur, ketika menutup telepon dan berbohong dengan lancar, aku punya kelegaan, atau kesenangan tersendiri, karena berhasil lagi menutupi perbuatanku dari orang tua. Juga karena berhasil bohong dengan lancar ke siapapun. Aneh ya?

************************

Kalau kita katakan aneh, tidak juga. Karena mungkin itu sesuatu yang wajar akan kita lakukan kalau pernah berbohong sesering itu ketika berhadapan dengan orang lain. Tapi dari segi orang yang tidak berbohong sesering Rosa, pastilah akan jadi sesuatu yang aneh. Untuk apa berbohong kalau tidak ada yang perlu ditutupi. Karena itulah kami mengajak kalian untuk tukar posisi, karena pikiran manusia itu rumit.

Kita tidak akan bisa benar-benar menebak kehidupan ataupun jalan pikiran seseorang, siapapun itu, sebelum kita benar-benar mengalaminya, atau mendengar ceritanya secara langsung.

Dari Rosa kita belajar untuk tidak terlalu mengatur siapapun, karena semakin erat genggaman, keinginan untuk lepasnya pun semakin naik. Dan jalan apapun akan dihalalkan agar dapat lepas, termasuk berbohong, yang kemudian bisa membawa seseorang ke dalam ketergantungan yang tidak menyenangkan.

Itu cerita Rosa. Apa kamu juga kecanduan berbohong? Ayo berbagi!

Evolusi Bahasa Alay

Evolusi Bahasa Alay

Andai media sosial-media sosial zaman dulu seperti Friendster, MySpace, dan kawan-kawannya masih ada, pasti bakalan jadi barang bukti buat tahu kita dulunya alay atau enggak. Banyak anak zaman sekarang yang begitu ngeliat temen yang masih alay, langsung dibully, lalu biar terlihat keren langsung defensive dengan berkata, “Gue sih dulu nggak alay tuh”. Padahal, semua orang pasti pernah alay. Cuma seberapa cepet tobatnya aja yang beda-beda. Ada yang udah sadar, ada juga yang ampe jadi om-om pun nggak sadar-sadar.

Nah, biar nostalgia, ini adalah evolusi bahasa alay dari dulu sampai sekarang. Kalau kalian gaya tulisannya masih ada di list berikut ini, maka fixed, kalian masih alay:

Sok Imut

Entah kenapa SMS jaman dulu itu rata-rata sok imut banget. Kenapasih mau nulis kata “Bingung” aja, jadinya “Binund”? Mau nulis “Iyaaa :)” aja, jadi “Eaaa :)”.

Ini kan ngeselin. Apalagi kalau yang nulis laki-laki.

Hurufnya Gede Kecil

Kalau dianalisa, orang-orang yang tulisannya masih kayak gini adalah orang yang handphone-nya masih ada keypad-nya. Tinggal tekan tanda “#”, langsung shift. Makanya gampang ngetik gede-kecilnya. Sekarang kan handphone cabe-cabean mayoritas smartphone, mau neken shift, ribet. Itulah kenapa sekarang berkurang drastis alay-alay dengan tipe tulisan kayak gini.

Kalau dipikir-pikir, apa ya motivasi orang-orang dulu ngetiknya kayak gini?

Huruf Diganti Simbol dan Angka

Huruf Diganti Simbol dan AngkaKalimat yang dikombinasikan dengan simbol dan angka adalah hasil kreatifitas. Hasil kreatifitas yang salah. Dulu, ngetik dengan perpaduan simbol dan angka tujuannya biar dianggap keren, biar beda dari orang-orang. Tapi ternyata, setelah bertahun-tahun, kita menyadari kalau semua itu alay.

Mari kita toss

Diakhiri Tanda Koma

Kegunaan ‘spasi’ pada keypad handphone adalah untuk memisahkan satu kata ke kata lainnya. Tapi masalahnya, anak alay itu males pake spasi. Mereka malah milih tanda “koma” sebagai pengganti spasi. Contoh:

“Kamu lagi di mana?” jadi, “Kamu,,,lagi,,di,,mana?”

Yap, lagi-lagi, kreatifitas yang salah.

 

Penggunaan Tanda Baca yang Nggak Benar

Ngerasa nggak sih, waktu pas kita terjebak di masa tulisan alay, kita menganggap hal itu biasa-biasa aja? Baru sekarang aja setelah beberapa tahun, setelah mendapatkan celaan dan edukasi yang (lumayan) baik, kalian berubah. Tulisannya nggak ada yang gede-kecil, pake simbol, atau diganti-ganti pake angka.

Tapi mikir nggak sih, kalau sebenarnya, tulisan kalian yang sekarang itu masih banyak yang alay? Tau nggak di mana letaknya? Yap! Di penggunaan tanda baca yang nggak sesuai dengan EYD. Masih banyak yang nulis kalimat yang tidak sesuai dengan EYD, contoh yang benar: “Sayang, aku udah sampai ya. Kamu di mana?”, kebanyakan masih nulis dengan seperti ini, “Sayang,aku udah sampai ya.kamu dimana?”

Tau salahnya di mana? Yap! Setelah tanda baca nggak ada spasi, lalu, masih bingung membedakan mana kata “di” yang harus dipisah dan disambung.

Bukan nggak mungkin, orang-orang yang kayak gini, nasibnya bakalan sama dengan alay-alay yang di atas; dibully. So, perhatikan EYD, guys!